Sampai ke beberapa halaman terakhir masih dibuat bosan saat membaca novel ini, bertahan karena penasaran semacam serius nih gini doang duuhh mana deh klimaksnya, mana deh serunya lalu kemudian mengendalikan diri sendiri dan meyakinkan bahwa tak semua novel atau tulisan yang masuk best seller harus SERU di beberapa halaman terakhir mood saya yang sudah kebosanan terselamatkan oleh beberapa quote di buku yang yaah bisalah di share yap ragam kulinernya juga sungguh terbatas menurut saya, berkutat di mie, pun konflik di bidang pekerjaan Aruna juga kurang greget menurut saya tapi yaaahh kembali lagi kepada selera tiap orang pastinya, yang jelas bagi saya, saya tidak akan merekomendasikan novel ini kepada rekan atau teman saya.
Sudah lama pingin baca ini, murni karena gw pernah baca Amba dan karena buku ini membicarakan tentang traveliner traveling sambil kuliner Buku inigimana ya.
gw sama sekali nggak menyangka bahwa gw bakal disuguhi kasus Avian Flu Jadi, mbak Aruna yg bekerja di One World , bersama Bono dan Nadezhda sahabat sahabatnya , serta Farish kolega pada awalnya , menjelajahi beberapa wilayah di Indonesia dimana terdapat suspect H5N1, yg anehnya, menjangkiti 8 wilayah dalam waktu yg bersamaan Ibarat sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, mereka berempat awalnya bertiga,in the end, Farish joined the club yg mana adalah foodie, menjalankan tugas luar kota ini sembari wisata kuliner Jujur ya, untuk referensi dan penggambaran kulinernya TOP abis gw sampe beberapa kali googling untuk lihat p Rai,Tahun, Belum Menikah Pekerjaan Epidemiologist Ahli Wabah , Spesialisasi Flu Unggas Obsesi MakananBono,Tahun, Terlalu Sibuk Untuk Menikah Pekerjaan Chef Spesialisasi Nouvelle Cuisine Obsesi MakananNadezhda AzhariTahun, Emoh Menikah Pekerjaan Penulis Spesialisasi Perjalanan Dan Makanan Obsesi MakananKetika Aruna Ditugasi Menyelidiki Kasus Flu Unggas Yang Terjadi Secara Serentak Di Delapan Kota Seputar Indonesia, Ia Memakai Kesempatan Itu Untuk Mencicipi Kekayaan Kuliner Lokal Bersama Kedua Karibnya Dalam Perjalanan Mereka, Makanan, Politik, Agama, Sejarah Lokal, Dan Realita Sosial Tak Hanya Bertautan Dengan Korupsi, Kolusi, Konspirasi, Dan Misinformasi Seputar Politik Kesehatan Masyarakat, Trailer × Aruna & Lidahnya PDF by î Laksmi Pamuntjak Namun Juga Dengan Cinta, Pertemanan, Dan Kisah Kisah Mengharukan Yang Mempersatukan Sekaligus Merayakan Perbedaan Antarmanusia Kalau disuruh menyimpulkan novel ini dalam satu kalimat, saya akan tulis Cerita tentang Aruna, seorang wanita yang melakukan wisata kuliner sambil menjalankan tugas kantornya untuk menyelidiki masalah flu burung.
Cerita utamanya, seharusnya, tentang Aruna, seorang ahli wabah alias konsultan epidemiologi yang diutus oleh kantornya yang bekerja sama dengan Direktorat Penanggulangan Wabah dan Pemulihan Prasarana, yang merupakan bagian dari Kementerian Kemakmuran dan Kebugaran Rakyat, untuk menyelidiki kasus flu burung yang terjadi di beberapa daerah Dalam perjalanannya, dia ditemani oleh Farish, teman kantornya, serta dua orang sahabatnya yang menjadi penumpang gelap dalam perjalanan itu, Bono yang seorang chef, serta Nadezdha, seorang penulis perjalanan dan kuliner Hanya saja dalam perkembangannya, Aruna Lidahnya ini justru menjadi sebuah travel lit kuliner fiksi yang nyambi 1 Star and a DNF designation Did Not Finish I was drawn to the story line I like epidemiological mysteries and I enjoy food writing It seemed an intriguing combination I made it through 40% and could not read anyThe writing is good, but drawn out and laborious There were several chapters that developed characters, which I thought could have been significantly condensed without losing the plot The author seems to be forcing together several disparate items together, i.
e champagne and popcorn Then, of course the whole premise of the book, an epidemiologist sent to investigate an avian flu outbreak, who brings two friends along and plans to eat at the finest restaurants in all the places she is investigating I found the investigation of a potentially life threatening disease and a focus on gourmet eating to be to disturbing and decided to not finish the book.
Saya pertama kenal dengan Laksmi Pamuntjak karena novel Amba dan saya jatuh cinta jungkir balik dengan Amba, dengan cara menulis Laksmi Pamuntjak melalui Amba Maka saya tidak tunggu macam macam ketika novel ini dirilis, langsung saya beli Terjun dengan penuh keyakinan Tapi mungkin saya berharap terlalu tinggi atau memang Laksmi Pamuntjak ingin menampilkan sesuatu yang berbeda di novel yang ini Mungkin juga soal selera Pertama dengar soal Aruna Lidahnya, saya memang langsung mengerti kalau novel ini akan membahas makanan Covernya aja udah begitu kan Dan itu bikin saya penasaran, apa yang akan dibuat dengan makanan kali ini Tapi sayangnya saya dihantam kecewa demi kecewa, apalagi saya memilih bertahan membaca sampai selesai padahal didorong kekuatan untuk berhenti di tengah tengah Menurut saya, ini yang bikin saya kurang sreg dengan ã Aruna & Lidahnya ✓ So my second read Harder book and I am initially unsure of how to classify it I think it would like to be literary fiction, and I initially thought it would be a culinary infected thriller about bird flu in Indonesia It actually is a romance, both of the standard type and one of food the heroine is a bird expert travelling Indonesia with her stuck up colleague trying to help cure or quarantine the 2011 SARS outbreak Joining her are her best male and female friends, a chef and a food writer which is then an excuse to go to different parts of Indonesia and eat different food This started well, the food and travelogue integrated nicely, but about halfway the book fails to convince of the culinary diversity of Indonesia which I am sure exists , the romance becomes obvious and the corruption and medical meta texts never really gel I m counting it as my Romance novel by AND ab This book was almost a DNF Did Not Finish for me The English translation is solid The tone is snarky, in fact, very snarky, but overly artificial and uncomfortable Flippant but not witty Was the author or the translator trying to do a poor imitation of Carrie Bradshaw or Samantha Jones from Sex in the City Aruna, the main character, seems like an adolescent with displaced or misplaced anger.
The main reason I read this book and slogged through it was because of its focus on Indonesian foods The premise of NGO internal politics and a possible avian flu outbreak was tiresome AND flat AND uninteresting.
Sadly, given my experience with this book, I might not read her other book, The Question of Red, which received a great review from someone I respect.



Nonton video review di sini Oh how I very much wanted this book to be better than it was Note how that doesn t say I didn t enjoy it, because I did, but there s really no denying that it s a hot mess of a novel basically redeemed by lyrical and passionate food writing As other reviewers have mentioned, trying to tie a culinary road trip around Indonesia with a subplot about avian flu epidemiology and government corruption is weird at best, and never fully gels At one point the characters take a detour for a luscious duck confit meal in a squalid restaurant before going to visit a patient who has come down with avian flu in the midst of an epidemic One of them looks at all the other people waiting in line for duck and remarks how odd it is that they re so concerned with eating duck in the midst of the avian flu epidemic and neither he nor anyone else in his party

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *